Marah, Obama usir 35 diplomat Rusia dari Amerika

Karena disinyalir kerahkan hacker ganggu Pilpres AS

Presiden AS Barack Obama secara resmi mengusir 35 diplomat Rusia yang disinyalir terlibat aksi hacker dalam Pilpres AS./*ist

JURNAL3 | WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat mengusir 35 diplomat Rusia atas peretasan dalam pemilihan presiden bulan lalu. Pemerintah AS memberi mereka waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu.

Dilansir ABC, Jumat (30/12/2016), Presiden Barack Obama mengatakan, tindakan pengusiran karena Rusia telah mengerahkan hacker terhadap kampanye Partai Demokrat dan hasil suara bagi Hillary Clinton.

Isu akan adanya hacker dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, yang dimenangkan oleh Donald Trump, menjadi perbincangan.

Beberapa petinggi intelijen memberi sinyal, pada saat pemilihan, hacker Rusia dituding meretas hasil pemilihan dan membuat Hillary Clinton kalah dalam pemilihan.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan 35 diplomat Rusia dari kedutaan besarnya di Washington DC dan konsulat di San Francisco di-persona non grata-kan dan memberi mereka dan keluarga keluar dari Amerika dalam waktu tiga hari, sejak kamis waktu setempat.

Langkah Obama ini, mengikuti saran dari senator senior AS untuk sanksi pejabat Rusia yang diyakini telah memainkan peran dalam hacking, yang beberapa anggota parlemen disebut sebagai Amerika “politik Pearl Harbor”.

Senator Partai Republik John McCain dan Lindsey Graham, mengusulkan agar ada sanksi bagi Rusia, akan meminta kongres untuk menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap Rusia.

Sementara, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada para wartawan di Moskow, Presiden Vladimir Putin akan mempertimbangkan tindakan balasan terhadap Amerika.

“Tindakan itu manifestasi dari kebijakan luar negeri yang tak terduga dan agresif,” katanya.@abc

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*