Pemetaan elektabilitas cagub DKI, AHY-Sylvi paling tinggi

Posisi petahana Ahok-Djarot urutan paling buncit

Para paslon Pilkada DKI foto bersama usai debat I beberapa waktu lalu./*ist

JURNAL3 | JAKARTA – Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni jauh di atas para pesaingnya.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB itu meraih dukungan 45,0 persen, sementara pasangan lain tidak lebih dari 24 persen suara.

Begitu hasil pemetaan elektabilitas Pilgub DKI Jakarta 2017 yang dilakukan PT Grup Riset Potensial (GRP) dengan mengambil sampel di 27 kelurahan.

Dalam hasil survei ini, pasangan calon (paslon) nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat elektabilitas 23,5 persen. Sedangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di peringkat buncit dengan hanya mendapat dukungan sebesar 23,3 persen responden.

“Sementara 8,2 persen responden belum menyatakan pendapatnya,” ujar IT and Technical Advisor PT GRP Farit M Afendi saat memaparkan hasil survei tersebut di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/01/2017).

Dalam survei ini turut dicantumkan hasil prediksi model statistik di seluruh kelurahan di DKI Jakarta. Prediksi dilakukan karena PT GRP menilai bahwa 27 kelurahan yang disurvei telah mewakili beberapa kelurahan lain yang memiliki karakter hampir sama.

Hasilnya, sebanyak 46,4 persen pemilih akan memilih pasangan Agus-Sylvi dan 20,9 persen suara berada di kantong Anies-Sandi. Sementara petahana lagi-lagi berada diurutan buncit dengan 20,4 persen pemilih. Swingvoters sebanyak 12,4 persen.

Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 2.745 responden dari 27 kelurahan. Estimasinya, setiap kelurahan diambil minimal 100 responden. Survei yang menggunakan metode stratified systematic sampling dan model statistika regresi multinominal logit ini memiliki margin of error plus minus 2 persen.@andiherman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*