Wih, Ahok: Ketua MUI berikan kesaksian bohong

Keberatan dengan pernyataan saksi soal menafsirkan Al Maidah 51

Terdakwa penistaan agama Ahok menuding Ketua MUI KH Ma'ruf Amin memberikan kesaksian bohong soal keluarnya fatwa MUI./*ist

JURNAL3 | JAKARTA – Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuding, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin telah memberikan kesaksian bohong dalam persidangan kedelapan.

Dimana, Ma’ruf menutupi jabatannya sebagai Wantimpres pada era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Koordinator Harian MUI.

Terlebih, kata Ahok, tim kuasa hukumnya mempunyai bukti rekaman perbincangan Ma’ruf dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatur pertemuan pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni di Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat 7 Oktober 2016 lalu.

Dan pertemuan itu, lanjut Ahok, dilakukan sebelum sikap dan pendapat keagamaan MUI terkait kasus adanya penodaan agama kepada dirinya dikeluarkan.

“Kita ada bukti untuk mempertemukan pada pukul 10.16 WIB, artinya saudara saksi sudah tidak pantas menjadi saksi karena tidak obyektif lagi karena ini sudah mengarah kepada pasangan nomor urut satu, ini jelas sekali pada tanggal 7 Oktober,” kata Ahok dalam sidang lanjutan Ahok di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/01/2017).

Lebih jauh, Ahok juga merasa keberatan dengan pernyataan Ma’ruf soal dirinya disebut menafsirkan surat Al Maidah ayat 51. Menurutnya, ia tidak pernah punya niatan untuk menafsirkan suatu ayat.

“Saya juga tidak pernah menjelaskan atau menafsirkan ayat 51,” ucapnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun keberatan dengan Ma’ruf Amin yang menjadikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan penodaan agama.

Menurut Ahok, Rizieq bukan saksi yang kompeten, lantaran dirinya memang sudah bertentangan sejak transisi Gubernur Joko Widodo (Jokowi) ke dirinya. Bahkan, FPI langsung membuat gubernur tandingan akibat tidak terima Jakarta dipimpin oleh seorang Ahok.

“Secara pribadi ini sudah sentimen dengan saya. Terlebih MUI tidak pernah konsultasi langsung ke saya. Saya keberatan juga soal GNPF yang memakai MUI, karena waktu saya sidang di Gajah Mada saya dengar mereka minta memenjarakan saya, gantung saya, bunuh saya, salib saya. Ini jelas MUI telah melakukan pembiaran namanya di pakai,” pungkasnya.@khoirul

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*