Pelaku UMKM Berhak Bersaing Dalam Wirausaha di Era Digitalisasi

JURNAL3/KEDIRI – Arumi Bachsin, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur menyampaikan, seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam berwirausaha dan memasarkan produk hingga jauh.

“Tidak peduli asal mula usahanya, entah di puncak gunung atau pesisir pantai, kita semua punya kesempatan sama untuk mengais rejeki dan modernisasi bisnis,” ujar Ketua Dekranasda Provinsi Jatim ini saat mengikuti penyerapan aspirasi (reses) ke II Tahun 2021 yang diadakan Anggota DPRD Prov. Jatim Dapil VIII Kabupaten/Kota Kediri di Balai Desa Banaran, Kec. Kandangan, Kab.Kediri, Rabu, (3/11).

“Saya punya cita-cita untuk bisa merancang inkubasi bagi pelaku UMKM di Jawa Timur,”tutur istri Wagub Jatim, Emil Dardak ini.

Ia menambahkan adanya metode pendorongan UMKM ini fokus pada usaha kecil melalui pendanaan dan pendampingan berkala. Disamping itu, ada penggunaan platform digit juga dinilai penting sebagai salah satu upaya tersebut.

“Desa seperti Banaran ini pasti memiliki banyak potensi yang tidak diketahui oleh orang-orang di luar sana. Jadi memang mau tidak mau, meskipun susah, kita harus belajar penggunaan gadget. Karena jaman juga sudah berubah, tuntutan lebih banyak, transaksi dan pemasaran lebih baik dilakukan melalui online,” terangnya.

Arumi mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk melakukan banyak kegiatan lewat layar telepon genggam, maka pemanfaatan penjualan lewat online pasti akan lebih terasa efeknya dengan teknik yang tepat.

“Pilihannya ada di kita. Panjenengan semua pasti tahu kalau gadget bisa menjadi manfaat ataupun mudhorot. Maka, ayo satukan niat dan tekad serta perkuat mentalitas agar kita bisa lebih banyak mengambil sisi baik gadget ini ketimbang sisi negatifnya,” ajaknya.

Terpisah, anggota DPRD Prov. Jatim Dapil VIII, Subianto, mengingatkan agar masyarakat Desa Banaran mengikuti perkembangan jaman. Di mana, langkah pertama dapat dimulai dari anak-anak muda yang merupakan petani milenial.

“Perubahan harus diikuti, kalau tidak kita sendiri yang akan tergerus. Perubahan jaman semacam ini sangat berpengaruh, terutama untuk pelaku UMKM. Disinilah peran anak muda muncul. Saya bangga, karena generasi muda di sini telah membantu peternak dan petani memasarkan produk sampai luar pulau. Untuk itu, saya berterima kasih,” pungkasnya. */Syaiful Hidayat

Share this…
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*