2 Alasan Mengapa Asuransi itu Penting untuk Generasi Milenial?

Jurnal3.net/ Jakarta – Bisa mengatur keuangan yang baik akan membuat kehidupan sehari-hari berjalan baik. Dengan mengatur keuangan atau memiliki perencanaan keuangan yang baik, maka kita bisa menyisihkan penghasilan untuk dana darurat atau memiliki asuransi.
 
Mau dari generasi boomers sampai milenial, semuanya harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Sayangnya, masih banyak orang yang belum juga paham dan menyadari pentingnya mengatur keuangan.
 
Tidak semua orang bisa mengelola keuangan dengan baik. Setelah menerima gaji, banyak yang malah memakai uangnya untuk barang yang nilainya belum tentu akan naik di masa depan.
 
Padahal, mengelola keuangan ini penting agar keuangan Anda di masa depan dapat terjamin dengan baik. Salah satunya, memiliki asuransi yang manfaatnya akan kita rasakan di masa depan.
 
Sebelum mengetahui alasan-alasan penting memiliki asuransi, ada beberapa hal yang juga tak kalah penting untuk diterapkan dalam ilmu perencanaan keuangan. Berikut ini adalah pemaparannya berdasarkan hasil riset Lifepal.co.id:

Investasi atau dana darurat dulu?

Investasi dan dana darurat menjadi dua hal yang penting dalam pengelolaan keuangan.
 
Karena itu, sebelum memilih investasi atau dana darurat, yang perlu diperhatikan lebih dahulu adalah kondisi keuangan Anda.
 
Jika masih belum sehat, misalnya pengaturan keuangan yang berantakan, belum punya dana darurat, dan belum punya asuransi sebagai proteksi dari risiko, sebaiknya jangan investasi terlebih dahulu.
 
Bagaimana dengan dana darurat? Dana darurat adalah dana yang bisa Anda gunakan untuk hal-hal mendesak yang tidak bisa diatasi hanya dengan keuangan normal atau anggaran tetap, jadi dana ini digunakan tanpa ada jadwal yang pasti dan sifatnya juga darurat.
 
Kondisi darurat ini bisa kapan saja terjadi, misalnya tiba-tiba menjadi korban pemutusan kerja (PHK) oleh perusahaan, atau dalam kondisi sekarang ini, pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi suatu negara belum stabil sehingga menghalangi banyak orang mencari nafkah seperti biasa.
 
Dengan adanya dana darurat ini, Anda tidak perlu pusing keleyengan lagi deh pas hal hal tidak terduga itu terjadi, karena sudah memiliki cadangan uang yang bisa selalu digunakan.
 
Nah, jumlah idealnya tentu berbeda-beda. Namun, setiap individu dianjurkan memiliki dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan untuk yang masih berstatus single dan 6-12 kali pengeluaran bulanan untuk yang sudah berkeluarga.

Setelah punya dana darurat, boleh berinvestasi?

Setelah dana darurat terakumulasi, apakah boleh berinvestasi?
 
Sebelum berinvestasi sebaiknya pertimbangkan untuk memiliki asuransi terlebih dahulu.
 
Asuransi berfungsi sebagai proteksi terhadap risiko yang kemungkinan besar dapat dialami. Ada dua jenis risiko:

  1. Income Risk

Income risk merupakan risiko hilangnya pendapatan. Apabila pendapatan tidak tetap, dapat ditangani dengan dana darurat bagi yang memilikinya.

Tapi jika risikonya adalah meninggal dunia dan memiliki keluarga, atau cacat tetap karena kecelakaan yang menyulitkan untuk mencari nafkah, maka Anda membutuhkan asuransi.

Adapun asuransi tepat yang harus dimiliki adalah asuransi jiwa, yang memberikan Uang Pertanggungan terhadap risiko meninggal dunia, sehingga dapat menggantikan pendapatan bagi keluarga dan meringankan beban finansial.

  1. Expense Risk

Expense risk adalah risiko yang memaksa kita untuk keluar uang lebih banyak lagi. Misalnya, kecelakaan di jalan, kehilangan kendaraan, mobil rusak, atau terkena penyakit.

Menurut BPS, biaya kesehatan di tahun 2020 lalu telah mengalami inflasi hingga 2,79 persen. Itu berarti, biaya kesehatan akan terus meningkat per tahunnya.

Pentingnya memiliki asuransi

Asuransi kesehatan akan membantu Anda ataupun orang yang Anda cintai dalam meningkatkan kualitas hidup dan mempertahankan kesehatan, serta melindungi Anda dari kesulitan finansial akibat tingginya biaya medis.
 
Berdasarkan data dari Global Medical Trends Survey Reports yang dipublikasikan Willis Tower Watson, kenaikan tren biaya medis di Indonesia diproyeksi akan meningkat 12% (gross) di tahun 2021 ini.
 
Dengan begitu, tanpa jaminan kesehatan, maka Anda akan membayar biaya yang sangat mahal untuk setiap pengobatan dan perawatan medis.
 
Jika Anda masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan, maka kemungkinan besar mendapatkan asuransi kesehatan dengan manfaat yang baik, dan bisa melindungi anggota keluarga lain mulai dari pasangan hingga anak ketiga sudah dikantongi.
 
Sementara pendapatan kita belum tentu mengalami kenaikan tinggi tiap tahunnya, oleh karena itu dibutuhkan asuransi kesehatan. Bagi yang memiliki BPJS Kesehatan, tetap bisa dilengkapi dengan asuransi swasta.
 
Salah satu alasannya adalah pasien asuransi lebih fleksibel dalam mendapatkan layanan perawatan (terutama yang bersifat darurat) ketimbang BPJS Kesehatan.
 
Premi asuransi kesehatan kini juga tidak mahal. Bahkan di Lifepal, mulai Rp50 ribuan per bulan sudah bisa mendapatkan asuransi kesehatan yang menanggung sesuai tagihan dan manfaat tahunannya tinggi.

Lindungi orang terkasih dengan proteksi terbaik
 
Jika Anda merupakan seorang kepala keluarga dan seandainya terjadi hal yang tidak terduga kepada Anda, memiliki asuransi jiwa akan memberikan perlindungan finansial bagi keluarga yang Anda ditinggalkan.
 
Pasalnya, kejadian yang tidak diinginkan bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Kepemilikan asuransi jiwa akan sangat membantu Anda untuk mengantisipasi jika seandainya hal itu terjadi.
 
Asuransi jiwa merupakan perlindungan yang diberikan kepada orang yang masih hidup atas meninggalnya seseorang. Itulah mengapa asuransi jiwa bisa disebut sebagai cara untuk melindungi keluarga.
 
Itulah alasan penting memiliki asuransi. Manfaat asuransi mungkin tidak dapat Anda rasakan secara langsung, namun memiliki asuransi akan amat sangat membantu Anda ketika dibutuhkan, tidak hanya untuk pribadi, tetapi juga keluarga. (ari/dayat)

Share this…
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*