Keberangkatan Perdana Umrah di Bandara Juanda

JURNAL3.NET / SIDOARJO – Jemaah di Indonesia sudah diperbolehkan melaksanakan ibadah umrah mulai Maret 2024 selama pandemi covid-19.

Seiring dibukanya akses masuk ke tanah suci, Bandara Udara Internasional Juanda juga mulai kembali melayani penerbangan umrah mulai hari ini, (14/3/2022).

Pada penerbangan perdana ibadah umrah tersebut, Lion Air mengankut sejumlah 366 jemaah melalui layanan penerbangan langsung menuju Madinah, Arab Saudi yang secara simbolis dilepas Keberangkatan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

GM Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengatakan, pihaknya menyambut baik penerbangan ibadah umrah dari Bandara Juanda.

“Kami sangat bahagia karena dapat menjadi bagian dari peristiwa bersejarah, yakni penerbangan langsung umrah dari Bandara Juanda pasca sempat dihentikan karena pandami covid-19,” kata Sisyani dalam keterangan resmi yang diterima jurnal3.

Menurut Sisyani, tentu banyak jemaah yang sangat menunggu untuk dapat berangkat umrah. “Sehingga, Keberangkatan hari ini tentu sangat membahagiakan,”katanya.

Lanjut, kata dia, terkait kesiapan pelaksanaan penerbangan umrah. Menurut dia, serangkaian persiapan telah dilaksanakan melalui koordinasi lintas intansi.

“Untuk kesiapan Fasilitas di bandara, pihaknya telah menyiapkan ruang tunggu keberangkatan penerbangan domestik sebagai holding area yang mampu menampung 300 penumpang,”jelasnya.

Menurut dia, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan dan mengatur arus penumpang agar lebih mengalir.

“Kondisi saat ini, seluruh penerbangan domestik beroperasi di Terminal 1, sehingga ruang tunggu keberangkatan domestik Terminal 2 dapat digunakan sebagai holding area penerbangan umroh,”tutur Sisyani.

Sisyani menjelaskan, untuk pengembangan umrah, dokumen kesehatan yang harus disiapkan calon jemaah adalah sertifikat vaksin International Certificate Vacvination (ICV) meningitis dan vaksin covid-19.

Dokumen tersebut akan diperiksa di area validasi oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dengan pengaturan per kelompok 40 orang per agen travel.

“Untuk itu, kami telah mengimbau kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh atau agen travel untuk memastikan agar para jamaah telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi terkait Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) termasuk memastikan tiap jamaah telah memiliki aplikasi Peduli Lindungi guna kenyamanan dan ketertiban bersama,” tukas Sisyani

Sisyani menyampaikan bahwa, setelah penerbangan umroh yang dilayani Lion Air, pihaknya akan kembali melayani penerbangan pada keesokan harinya. “Selasa (15/3) yang akan dioperasikan oleh maskapai Garuda Indonesia rute langsung Surabaya (SUB) – Madinah (MED),”tukas dia. (syaiful)

Share this…
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*