Gubernur Khofifah Tuntut ASN Lebih Kreatif dan Inovatif

JURNAL3.NET / SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jumlah formasi yang terisi dari seleksi atau rekrutmen ASN tahun 2021 di Jatim ini berjumlah 10.992 orang. Dengan rincian 1.335 orang CPNS, 51 orang STAN, 1 orang STTD Kemenhub, 501 orang PPPK Non Guru, dan 9.104 orang PPPK guru. Surat keputusan (SK) pun telah diserahkan kepada para CPNS dan PPPK.

Khofifah berpesan kepada ribuan CPNS dan PPPK tersebut untuk terus memaksimalkan potensi dan kinerja yang dimiliki baik kreativitas dan inovasinya untuk mendukung proses pembangunan yang ada di Jatim. Terlebih lagi, Pemprov Jatim telah meraih sejumlah penghargaan di berbagai bidang.

Gubernur Khofifah mengatakan kehadiran para CPNS dan PPPK ini tentunya menjadi semangat baru bagi Pemprov Jatim. Ia optimistis bahwa para ASN ini mampu memberikan energi positif, energi produktif, energi inovatif, dan kreativitas.

“Karakter-karakter unggul itulah yang dibutuhkan oleh jajaran Pemprov Jatim dalam proses pembangunan Jatim,” ujar Khofifah di Gedung Graha Unesa, Jalan Citra Raya Surabaya. Kamis (9/6/2022) kemarin.

Khofifah pun kembali mengingatkan pentingnya inovasi dan kreativitas. Contohnya, bagaimana membangun networking yang kuat di antara semua abdi negara dan seluruh OPD.

“Mari bersama-sama memacu semangat kinerja, potensi dan mendorong seluruh produktivitas yang bisa terus kita maksimalkan,”imbuhnya.

Ia pun menambahkan untuk menghadapi era digitalisasi saat ini, keterampilan umum yang harus dimiliki oleh ASN di era normal baru terbagi menjadi empat kelompok. Yang pertama ialah keterampilan di bidang informasi, media, dan teknologi ( information, media, and technology) skills. Artinya, ASN dituntut memiliki keahlian literasi media, literasi visual, literasi multikultural, termasuk kesadaran global dan literasi teknologi.

Yang kedua ialah keterampilan hidup dan karir ( life and career skills) yang terdiri dari kepemimpinan, tanggungjawab, nilai etika, dan moral. Tak lupa produktivitas dan akuntabilitas. Yang ketiga ialah learning and innovation skills, yakni ASN dituntut memiliki kemampuan complex problem solving yang meliputi kreativitas dalam memecahkan masalah.

“Dan yang keempat yakni keterampilan komunikasi efektif. Maksudnya, ASN harus memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim atau teamwork, tanggung jawab personal dan sosial, serta komunikasi interaktif,”tutur Khofifah dalam siaran pers diterima redaksi, Jumat (10/6/2022) hari ini.

Khofifah juga berpesan kepada para Guru PPPK, untuk dapat mengenali dan mendorong potensi yang dimiliki oleh anak didiknya. Salah satunya dengan mendorong vokasi siswa SMK sehingga tidak hanya jadi penguat ekonomi bagi dirinya sendiri, tapi juga keluarganya dan teman-temannya.

“Bagaimana guru dan pimpinan bisa menemukenali potensi yang dimiliki stafnya atau siswanya. Mungkin butuh dorongan dan motivasi. Jangan mudah menghakimi seseorang dia tidak pintar dan sebagainya, terutama kepada murid. Tolong dijaga kalimat para guru kepada para muridnya,”pesannya. *Syaiful Hidayat

Share this…
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*