Ketua DPRD Jatim: Proses Rekrutmen Direksi dan Komisaris Bank Jatim Salah

Ketua DPRD Jatim Kusnadi di Pengadilan Negeri Surabaya,Kamis (25/08/2022) siang tadi./*jurnal3

JURNAL3.NET / SURABAYA – Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur, Kusnadi, menegaskan, proses rekrutmen direksi dan komisaris Bank Jatim tahun 2019 menyalahi aturan. 

Pernyataan Kusnadi diungkapkan usai menghadiri sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMB) yang diajukan Asosiasi Pemegang Saham seri-B di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (25/08/2022).

Kusnadi hadir dalam kapasitas sebagai pihak Turut Tergugat I. Sedang pihak Turut Tergugat II adalah Gubernur Jawa Timur.

Kata Kusnadi, DPRD Jatim menilai, proses rekrutmen direksi dan komisaris Bank Jatim tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Yang tidak sesuai itu adalah lembaga pelaku (Koreno Bank Jatim, red) yang memilih direksi dan komisaris.

DPRD Jatim, lanjut Kusnadi, sudah merekomendasikan kepada Gubernur Jatim selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) bahwa hal tersebut adalah salah. Termasuk soal batasan usia direksi Bank Jatim, yang dinilainya juga melanggar peraturan perundang-undangan.

“Kami sudah jalankan fungsi kami, itu diteruskan, ya monggo,” ujarnya.

Ditegaskannya, yang dilanggar bukan hanya Perda tapi juga Permendagri dan Peraturan Pemerintah. Kusnadi menyebut, tiga peraturan perundangan tersebut tidak dipatuhi.

Untuk diketahui, Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ini menyoal  keputusan Komite Remunerasi dan Nominasi (Koreno) pada proses rekrutmen direksi dan komisaris serta pelanggaran usia calon direksi pada 2019 silam.

Peraturan Perundangan yang dilanggar PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD Pasal 57 huruf (h) dan Permendagri No. 37 tahun 2018 Pasal 35 huruf (h) serta Perda Jatim 14 Tahun 2012 tentang BUMD pasal 17  ayat 2 huruf (h)  dan Perda Jatim No. 8 Tahun 2019 tentang BUMD pasal 17  ayat 2 huruf (h). / *Rizal Hasan

Share this…
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*