Hari Jadi Ke-77, Jawa Timur Optimis Bangkit Lewat Pertumbuhan Ekonomi dan Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Upacara Peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang Ke-77 tahun di Halaman Gedung Grahadi Surabaya./ foto Kominfo Jatim

JURNAL3.NET / SURABAYA – Provinsi Jawa Timur merayakan hari jadinya yang ke-77 pada Rabu (12/10/2022). Tahun ini Jawa Timur mengangkat slogan Optimis Jatim Bangkit.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono,  mengatakan tagline tersebut menunjukkan semangat Jawa Timur untuk memulihkan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. Juga mengandung harapan agar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya bisa berjalan dengan baik mengikuti perkembangan era negara maju.

“Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur tertinggi di antara provinsi besar di Pulau Jawa 5,74 persen dengan rata-rata nasional 5,44 persen. Investasi meningkat 69 persen sementara rata-rata nasional 36 persen. Ini menunjukkan semangat Jawa Timur luar biasa,” kata Adhy.

Adhy menyebut, Sejumlah tantangan yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat Jawa Timur. Pertama, situasi perekonomian dunia yang kurang stabil akibat perang Rusia dan Ukraina. Jawa Timur harus memperkuat ketahanan pangan antarkota dan antardaerah.

Kedua, kini sudah era teknologi informasi, seluruh elemen terkait kapasitas SDM dan dunia usaha, serta pemerintah harus berjalan secara sistemik dan digital.

“Perlu effort yang besar untuk bisa membuka pasar dunia. Kita harus melihat jauh ke depan terhadap perkembangan tersebut. Oleh karena itu dalam setiap gerak langkah baik di pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat mulai meningkatkan indeks digitalisasi dan sistemik semua proses tersebut. Sehingga masyarakat Jawa Timur bisa mengikuti perkembangan era digital,” ujarnya.

Kata Adhy, saat ini pemerintah sedang mempercepat reformasi birokrasi di delapan area perubahan. Mulai dari manajamen tata laksana, pelayanan umum, sampai tata laksana hukum.

Semua proses layanan pemerintahan berjalan digital dalam genggaman dengan teknologi informasi. Semua menggunakan satu pintu, satu data, Trans Jatim sudah online dan cashless. Urusan terkait layanan publik termasuk perpajakan melalui digitalisasi.

“Layanan perpajakan semakin mudah dengan sistem aplikasi, tidak hanya di Samsat. Semua operator baik swasta maupun pemerintah, di mana pun bisa bayar dengan mudah, akuntabel, dan tanpa ada pungutan,” lanjut Adhy.

Terkait angka kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur sebagai provinsi dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi secara nasional.

Pada periode Maret-September 2021, penurunan angka kemiskinan di Jatim mencapai 313.130 jiwa. Kemudian, pada periode Maret 2021-Maret 2022, penurunan angka kemiskinan berhasil mencapai angka 391.400 jiwa. Tertinggi nasional.

Menurutnya, penurunan ini tidak lepas dari semakin banyaknya desa mandiri di Jawa Timur yang dalam waktu singkat bertambah 697 desa mandiri, sehingga total ada 1.940 desa mandiri.

“Angka kemiskinan masih besar karena populasinya juga besar. Ini menjadi tugas masing masing sektor, bagaimana mengintegrasikan semua data sehingga target menurunkan kemiskinan menjadi target bersama,” kata Adhy.

Adhy juga menyebutkan saat ini Pemerintah Jawa Timur tengah bekerja sama dengan Pemerintah Inggris untuk memberdayakan UMKM yang dijalankan para perempuan agar dapat memasarkan produknya ke pasar internasional secara digital./*Rizal Hasan

Share this…
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*