Harapan Hidup Wanita di Jatim Lebih Tinggi Dibanding Lelaki

JURNAL3.NET / SURABAYA – Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) mencatat bahwa angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Secara rata-rata angka harapan hidup perempuan di Jawa Timur hampir empat tahun lebih lama dibandingkan laki-laki.

“Pada tahun 2021, angka harapan hidup perempuan mencapai 73,35 tahun dan laki-laki mencapai 69,51 tahun. Akibatnya, keberadaan penduduk lansia perempuan akan cenderung lebih banyak daripada lansia laki-laki,” ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur 2022.

Melansir laman resmi BPS Jatim pada tanggal 26 Desember 2022, pada tahun 2021, jumlah lansia perempuan di Jawa Timur mencapai 2,95 juta orang, lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki yang mencapai 2,59 juta orang.

Demikian juga proporsi lansia perempuan terhadap total penduduk perempuan (14,40 persen) di Jawa Timur menunjukkan proporsi yang jauh lebih besar dibandingkan proporsi lansia laki-laki terhadap total penduduk laki-laki (12,73 persen).

Dadang menerangkan, sejalan dengan usia harapan hidup penduduk perempuan dan laki-laki, selisih proporsi lansia perempuan terhadap proporsi lansia laki-laki melebar seiring pertambahan kelompok usia.

“Ageing merupakan proses menua, sehingga mewujudkan active ageing atau menua dengan aktif tidak cukup pada kelompok penduduk berusia 60 tahun ke atas, melainkan pada seluruh tahapan siklus manusia,” kata Dadang.

Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya perlu memperhatikan keberadaan penduduk lansia saat ini, tetapi juga perlu memetakan para penduduk lansia di masa depan, yaitu penduduk 45-59 tahun yang selanjutnya disebut penduduk pra lansia.

Penduduk pralansia tahun 2021 mencapai 19,88 persen. Persentase penduduk pra lansia perempuan (20,20 persen) lebih tinggi daripada penduduk pra lansia laki-laki (19,56 persen).

“Mempersiapkan penduduk pra lansia dengan baik menyongsong masa lansianya menjadi hal yang perlu dilakukan agar nantinya bisa menjadi lansia yang mandiri, tangguh, dan produktif,” pungkas Dadang. /*Red

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*