Kalah di survei, AHY-Sylvi bisa jadi kuda hitam

Voxpol Center sebut peta pemilih DKI masih dinamis

Meski kalah di sejumlah survei, namun paslon AHY-Sylvi diprediksi jadi kuda hitam di Pilkada DKI 2017./*ist

JURNAL3 | JAKARTA – Direktur Esksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan jelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, 15 Febuari 2017, besok lusa, publik masih terus meraba-raba siapa dari ketiga calon yang akan keluar sebagai pemenang.

Menurutnya, peta elektoral masih berjalan dinamis. Dimana setiap pasangan masih punya peluang masuk putaran kedua. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih mungkin terjadi pergerakan elektoral yang dasyat ke pasangan lain.

“Peranan swing voter dan un-decided voter menjadi determinan menentukan, calon yang paling lihai dan mahir mengambil ceruk potensial tersebut, maka itulah yang menjadi pemenang,” kata Ipang, Senin (13/02/2017).

Hasil survei beberapa lembaga, kata dia, dimana pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni tidak menang dan atau masuk putaran kedua. Namun dalam penilaiannya, hasil survei tersebut masih sangat cair. Bisa saja posisi Agus-Sylvi berbalik unggul.

“Secara umum publik menilai performa pasangan Agus-Sylvi tidak kalah hebat dan lincahnya dibandingkan pasangan kandidat lainnya dalam debat kemarin. Sebagian besar publik menganggap kualitas performa debat berpengaruh terhadap pilihan pemilih,” ujarnya.

“Bahkan hingga di bilik kotak suara tempat pemilihan suara Agus-Sylvi masih memiliki kesempatan yang sama dengan kedua pasangan lainnya. Setidaknya ada beberapa faktor yang dapat membuat Agus–Sylvi masih memiliki kesempatan untuk melaju ke putaran kedua, saya kira itu logis,” sambungnya.

Ditambahkan, jika dibandingkan dengan dua paslon lainnya yang telah memiliki kekurangan selama terjun di dunia politik. Seperti, Ahok misalnya, dengan etikanya yang kurang baik dan Anies yang gagal menuntaskan amanatnya selama menjadi Kemendikbud, menjadi catatan sendiri dalam karir politiknya.

“Memotret persepsi publik pelbagai hasil survei yang kurang menggembirakan pasangan Agus-Sylvi, dibandingkan dengan ‘pesona’, keunggulan, latar belakang dan pendukungnya, maka bisa jadi sebuah keniscayaan jika sosok anak muda seperti Agus, berkharisma serta energik, dan bisa menjadi kuda hitam di Pilkada DKI,” pungkasnya.@andiherman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*