Kapolda Metro sebut e-KTP asal Kamboja tak terkait pilkada

Masuk kategori kejahatan ekonomi biasa

Kapolda Metro Jaya menyatakan temuan 36 E-KTP aspal asal Kamboja bukan untuk kepentingan Pilkada./*ist

JURNAL3 | JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memastikan temuan sebanyak 36 e-KTP palsu dari Kamboja oleh petugas Bea Cukai Bandara Sukarno Hatta tidak ada kaitannya dengan pilkada serentak 15 Februari mendatang.

“Kalau terkait dengan Pilkada pasti bukan 36 (KTP) saja. Indikasinya terkait kejahatan ekonomi, bukan Pilkada DKI,” ujar Kapolda di Makodam Jaya, Jakarta Timur, Senin (13/02/2017).

Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menemukan KTP elektronik palsu bersama 32 lembar kartu NPWP yang dikirim dari Kamboja ditujukan kepada seseorang bernama Leo dengan alamat Jalan Taman Surya V Blok GG4 NO. 17, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Paket KTP palsu itu masuk ke Indonesia pada 3 Januari 2017 melalui jasa pengiriman PedEx.

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh anggota Komisi II DPR dengan melakukan sidak ke kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, tempat barang palsu tersebut berada. Namun, sidak anggota DPR itu mendapat penolakan dari petugas. Selanjutnya anggota DPR mendatangi dan menemui Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi, di kantornya.

Kapolda berjanji akan menjelaskan dengan terang benderang jika pihak Polda Metro Jaya telah menerima pelimpahan kasus ini.

“Tapi yang jelas untuk kejahatan ekonomi. Saya jamin keamanan jangan khawatir,” tukas Iriawan. @khoirul

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*